Tanggal 26 februari 2010 tepatnya hari jumat pagi jam 16.00 wib, terpilih lah ketua baru di kepengurusan untuk dua tahun ke depan. Sebelumnya di adakan pembacaan laporan pertanggung jawaban selama masa kepengurusan inti periode 2008-2010 oleh dede selaku ketua dan andre sebagai sekretaris.
Acara di hadiri pula oleh Pastor Paroki Stellamaris Siantan, Pr. Antonius G. Wengkang,MSC beserta Pr. Geovanny Patty,MSC dan Fr.Diakon Markus Reponata, MSC yang juga sebagai pendamping harian OMK St. Aloysius Gonzaga, Paroki Stellamaris Siantan.
Bakal calon ketua yakni:
1. Pitalis Perry Tyas
2. Vinsensius K. Duan
3. Amandus Jonathan
4. Trisepteo Nurwanda
Suara terbanyak di menang kan oleh Pitalis Perry Tyas dengan 20 suara dan dinobatkan sebagai ketua terpilih periode 2010-2012, Disusul Trisepteo Nurwanda dengan perolehan 18 suara dan dinobatkan sebagai wakil ketua OMK untuk dua tahun kepengurusan ke depan.
SERAH TERIMA JABATAN KEPENGURUSAN OMK
WEEKEND AWAL TAHUN DI AKHIR KEPENGURUSAN
kegiatan ini dilaksanakan sebulan sebelum pergantian kepengurusan dilaksanakan. Kami para pengurus inti mengajak teman-teman yang baru bergabung dan orang muda katholik yang masih setia ikut dalam program periode 2008 - 2010. Pendamping kami saat itu yakni Fr.Dkn. Markus Reponata,MSC yang juga merupakan simpatisan orang muda di Paroki Stella Maris siantan.
BAKTI SOSIAL KE DARIT
Catatan singkat:
MALAM EKSEKUSI PASTOR GIVAN
Di awali dengan latihan koor jam 8 malam, seperti biasanya sedikit molor dari waktu yang ditentukan. Frater Diakon Markus sebagai pendamping harian sekaligus pelatih koor kami dalam waktu yang bersamaan di undang sebagai pengkotbah di ibadat PDKK (Persekutuan Doa Kharismatik Katholik) di Gedung Serbaguna Paroki, tak jauh dari gereja tempat kami latihan koor. Tidak banyak OMK yang hadir di latihan koor malam itu, hanya iwan, tungaw, ignas, angga, teo, tari, dede, krist, krowax, genbo, jumi, nolita, nonong, adi, amandus, BF, bonar, dan amang. Yang datang setelah koor selesai ada andre, epenk, armindo, har, dan pita.
Koor di sudahi jam 20.14 ketika frater mengajak kami berkumpul di sekretariat OMK membahas acara "Eksekusi Pastor Givan" karena beliau berulang tahun tanggal 29 agustus. Hanya beberapa orang yang merayakan peristiwa eksekusi jam 12 malam sebab ada lima orang dari kami yang tidak bisa bertunggu di paroki hingga larut dikarenakan tidak diizinkan pulang larut oleh orang tua mereka di rumah.
Dengan mengumpulkan dana seadanya, kami mempersiapkan eksekusi tersebut tanpa melakukan hal-hal yang mencurigakan disekitar lingkungan paroki. Kami isi kegiatan menunggu malam eksekusi dengan nonton bersama film "UNBORN" di sekretariat OMK hingga jam 23.50 wib.
Dan dengan intruksi Frater Markus lewat ponsel, kami utus terlebih dahulu empat orang OMK kami untuk menyergap dan menggotong pastor givan yang kelihatan sibuk menerima telepon. Pastor givan tidak sempat bertindak karena sergapan kami, beliau hanya pasrah ketika kami lucuti kacamata, dompet dan HP barang berharga tersebut tidak ikut serta dieksekusikan. Ekspresinya ketika itu lumayan kaget.
Puft... tepung, telur, dan air dua ember mengguyur tubuhnya bersamaan. Dia hanya menerima perlakuan itu dengan pasrah sambil memegang kepala dengan posisi berlutut iba. Setelah itu kami menyanyikan baginya lagu "Selamat Ulang Tahun" di sertai meriahnya kembang api di udara, pastor givan lalu mengucapkan make a wish kemudian meniup lilin ulang tahun. Usianya kini 30 tahun.
Kami kira setelah itu acara eksekusi berakhir, rupanya belum selesai. Frater Markus yang terlebih dahulu memulai acara simbur simburan dengan air di ember dan beliau pula yang terlebih dahulu yang kami ceburkan di kolam paroki. Setelah itu, pastor givan dan frater markus menyeret dengan paksa dede ketua OMK untuk diceburkan. Lumayan meronta tapi tetap dengan sukses mendarat ke kolam paroki untuk merasakan dinginnya air jam 12 malam.
Tidak sah jika semua tidak merasakan basah dan dingin. Secara bergantian kami seret dengan paksa para OMK yang belum basah dan secara bergantian pula mereka diceburkan satu persatu.
Ada pula yang bersikeras menyelamatkan diri agar tidak diceburkan, ada yang memanjat
pohon, bersembunyi di timbunan pasir, masuk di pastoran pura-pura nonton TV, hingga ada pula yang melarikan diri ke jalan raya. Tapi tetap saja judulnya malam itu "Diceburkan semua".
Layaknya adegan berburu, dari yang berlari kecil hingga estafet ada disini, hampir semua takut tercebur di kolam yang dingin. Saat adegan lari-lari, beberapa warga setempat yang melintas kaget dan bertanya "Nangkap maling ke bang?" tapi dengan santai kami menjawab hanya perayaan ulang tahun saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Hasilnya, setelah seluruh OMK dapat giliran diceburkan di kolam, kami pulang dengan pakaian basah di badan dan menggigil. Satu orang dari kami dengan pasrahnya berkata "Dibukakan pintu ndak ya, kalo pulang larut malam kayak gini?"
PEMBINAAN PENGURUS II
Pembinaan pengurus ini diselenggarakan tanggal 14 s/d 16 agustus 2009 di Wisma Imakulata Jalan A.R.Hakim, di angkat dengan tema OMK YANG UNGGUL DAN KOMPETITIF DI ABAD INFORMASI". Peserta yang ikut dalam kegiatan ini merupakan pengurus inti dan anggota yang aktif dalam kepengurusan baik di paroki maupun luar paroki selama berjalannya program.
Sesi yang di sampaikan pada Pembinaan Pengurus kali ini antara lain managemen organisasi oleh bang Budi, Komunikasi Organisasi oleh bang Ariston, Motivasi Organisasi oleh Pak Flor Surya Dharma, Menyikapi Kendala Kerja OMK oleh Pak Abeh selaku Dewan Pastoral Paroki serta Evaluasi Program oleh Dede selaku Ketua OMK St.Aloysius Gonzaga. Materi yang disampaikan berupa diskusi kelompok, permainan motivasi dan sharing seputar organisasi. kegiatan tersebut diharapkan supaya para peserta di kegiatan pembinaan pengurus mempunyai rasa kepemilikan yang tinggi akan organisasi OMK dan kegiatannya. Terlihat para peserta sangat antusias dalam melontarkan ide segar dan menikmati kegiatan tersebut.
Out bound di gelar pada hari kedua, tujuannya untuk menjalin komunikasi efektif para pengurus lewat mini games, membina kerjasama tiap kelompok, membangun kepercayaan tim, dan bagaimana cara berguna bagi orang di sekitarnya artinya harus bersosialisasi dan tangkas dalam membaca situasi. Ada lima titik out bound yang dipersiapkan yang terletak di halaman belakang rumah retret imakulata, yakni menggambar di punggung beregu, gegana pingpong, ambil lima batu, ranjau rapia, menara air. Malam hari setiap selesai sesi dan setelah olahraga pagi, kita semua melaksanakan renungan yang dibawakan oleh bang Ferry dan frater Markus.
Program yang di evaluasi antara lain:
- Valentine
- Latihan Kemepimpinan
- Ziarah Gua Maria
- HUT OMK ke-31
dan program yang akan terlaksana yakni: - Ibadat Keliling
- Koor Rutin OMK
- Baksos
- Majalah Dinding
- Share Green
- Pekan Pemuda Paroki
- Menjaga Kendaraan Umat Paroki sewaktu Misa
Panitia persiapan:- Ketua: Eugenius Jan Surya Rama
- Wakil: Ignasius David
- Sekretaris: Plasida Lestari
- Bendahara: Fedrik Angga
- Humas : Albertus Harkel
- Acara : Gregorius Andri Agusta, Amandus Yonatan
- Pendataan : Juano Pontira Apriliandi, Tifani Dayang Tarigas
- Perlengkapan: Falentinus Noviadi, Bonar Ricardo, Andreas Sitohang, Haryogo Pratomo
- Konsumsi: Feriana
- Dokumentasi:Karmelius Nonong Fernandes
- Keamanan:Albertus Harkel
TAGLINE: We Are Part Of Solution
"Kami tidak hanya menjaga OMK tetap ada, tapi kami juga bertanggung jawab terhadap setiap gerakan positif yang terjalin di organisasi ini"
- Ketua: Eugenius Jan Surya Rama
KEGIATAN HUT OMK KE-31 DENGAN 31 PESERTA
Dimulai dengan keberangkatan kami dari gereja Paroki Stellamaris Siantan jam 14.30 pada hari Sabtu, 27 Juni 2009, dan sampai di tempat kegiatan jam 17.00 wib. Kegiatan ini kami hadirkan sebagai HUT OMK ST. Aloysius Gonzaga Paroki Stellamaris Siantan yang ke-31. Kami yang berangkat berjumlah 31 orang,sesuai dengan tanggal Ulang tahun kami.
ketika sampai di tempat kegiatan, dede selaku ketua panitia sekaligus ketua OMK memberikan 5 menit pengarahan tentang tata tertib dan kegiatan yang akan dirancang hingga besok siang. 31 orang tersebut di bagi tiga kelompok piket. Tugas kelompok pertama memasak nasi dan sayur untuk makan malam. Tugas kelompok kedua cari kayu bakar. Tugas kelompok ketiga membersihkan penginapan.
Kami makan malam jam 19.30, hanya setengah jam melepas kenyang, kami langsung pelatihan mengenal diri sendiri dan orang di sekitar kami dengan bantuan metode simbol dan gambar yang disediakan untuk memudahkan pelatihan. kegiatan tersebut mendapat antusias peserta dan membuka paradigma orang muda bahwa pengembangan diri dengan cara belajar bersama itu penting dilakukan. Kegiatan tersebut kami akhiri dengan doa malam.
Setelah itu pukul 21.30, dengan pengarahan fasilitasi, kami langsung bersama-sama menuju pantai untuk malam keakraban dengan api unggun menghadap pantai. Andre, yang juga merupakan seksi acara saat itu membawa kami tenggelam dengan lagu- lagu dan permainan perkenalan, salah satunya permainan mengenal teman dengan sendal. Kemudian kami secara bergantian mengucapkan harapan besar kami tentang organisasi OMK, make a wish lah kata orang barat.
Setelah itu kebiasaan orang kalo Ulang Tahun harus tiup lilin. Nah, kami buat agak sedikit unik disini. Lilin kami ganti dengan bara api. Jadi kami dirikan satu kayu yang setengahnya masih ada api, tapi dibawahnya masih utuh. Kami secara bergantian meniup bara tersebut. Ada gelak tawa yang sengaja tercipta disana, kebersamaan dan keakraban kami makin terasa. Malam keakraban di jalin hingga pukul 01.30 wib. Setelah itu kami beristirahat, tapi masih ada beberapa orang muda yang masih berjaga.
Kami sebelumnya sepakat akan bangun jam 06.00 untuk berolahraga pagi. tapi ternyata banyak yang bangun kesiangan. Jadi inisiatif kami, hanya beberapa orang saja yang berolahraga di pantai, sisanya membereskan penginapan dan tugas piket untuk mempersiapkan sarapan pagi.
Menu kami minggu pagi mie goreng, tapi baru bisa sarapan bersama jam 08.30 wib karena banyak yang belum bangun tidur karena berjaga semalaman. Setelah makan, kami menuju pantai untuk kegiatan outbound.
Rute outbound di setting dalam jarak pendek. Pos pertama gigit kartu, post kedua jalan ngesot beregu, post ketiga isi botol dalam air, post keempat jalan balon dan post kelima melewati jaring laba-laba.
Semua peserta pelatihan outbound tersebut terlihat sangat antusias dan energik, mereka menikmati kegiatan tersebut.
Jam 15.00 wib kami pulang ke Pontianak dengan iringan doa pulang oleh salah satu peserta yang ulang tahun pada hari itu juga, paulina sitohang.
LATIHAN KEPEMIMPINAN ANGKATAN 10
1. Tema :
mempersiapkan kepemimpinan dalam diri OMK sebagai Kader pemimpin Katholik
2. Latar Belakang:
Kepemimpinan merupakan proses pembekalan bagi kader-kader muda katholik dalam pengembangan kepribadian, mengontrol sikap, pikiran, perkataan dan ditentukan oleh seluruh potensi sumber daya manusia yang dimiliki para kader muda katholik dalam menemukan jati diri serta pencapaian hasil. Karena itu, kesuksesan pemimpin di ukur dan kemampuannya mencapai tujuan. Meskipun figur pemimpin sangat berpengaruh, namun bagi organisasi yang progresif harus menerapkan makna kepemimpinan berdasarkan prinsip dan mekanisme yang jelas. Memimpin berkaitan jelas dengan perjuangan bertahap. Intinya bahwa kepemimpinan adalah sarana penggerak dan membina, member dukungan rutin sesuai kebutuhan.
30 tahun berkarya dalam cinta kasih dan mengerti bahwa kerja adalah bagaimana berguna bagi orang lain. Tantangan awal ketika di bentuk organisasi Orang Muda Katholik adalah mendorong Orang Muda Katholik untuk keluar dari logika kegiatan yang berbatas pada altar saja sehingga Orang Muda Katholik lebih menikmati kinerja mereka sebagai aktivis muda gereja dan dengan lebih bijaksana berperan dalam zona paroki. Orang muda katholik merupakan bagian tak terpisahkan dari gereja tentunya menyadari hal ini dan terpanggil untuk memperbaiki ruang lingkup Paroki Stella Maris yang terdoktrin dengan keterpurukan.
Orang muda merupakan objek utama dalam organisasi muda khususnya di Paroki Stella Maris SIantan yang juga termasuk generasi penerus bangsa. Dalam zona paroki, Organisasi Orang Muda Katholik ini menjadi penggagas berbagai kegiatan fasilitasi bagi Orang Muda Katholik dan secara bersama-sama mengemban tugas sebagai kader gereja di kalangan umat paroki. Organisasi muda ini juga telah belajar banyak bagaimana bekerjasama, bertanggung jawab, tidak mudah menyerah, sehingga membuat mereka lebih siap menghadapi permasalahan yang ada.
Dan untuk menanggapi hal tersebut, tentunya harus perlu dilakukan persiapan sedini mungkin, sehingga apa yang menjadi harapan generasi muda yang positif dapat terwujud. OMK St. Alosius Gonzaga sebagai salah satu organisasi muda di gereja Stella Maris siantan yang menggagas kegiatan ini ingin mencoba belajar memahami peran serta kehidupan gereja dan masyarakat dengan menggelar “Kegiatan Latihan Kepemimpinan Angkatan 10 Orang Muda Katholik Paroki Stella Maris siantan”. Kegiatan ini lah sebagai bentuk kepedulian yang dapat dilakukan untuk member bekal kepada Orang Muda Katholik secara bertahap.
3. Tujuan :
- Sebagai media belajar dalam pendampingan Orang Muda
- Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas Orang Muda Katholik berbekal teknik-teknik menjadi pemimpin yang handal
- Membangun kesadaran bahwa perbedaan pendapat itu baik
- Membangun relasi yang solid dalam komunikasi aktif
- Adany pertukaran pengalaman antara peserta, panitia dan narasumber
4. Hasil yang diharapkan :
- adanya tenaga terampil dan mampu menjadi mediator dalam memimpin penyelesaian persoalan tingkat organisasi dan masyarakat
- mampu menganalisa permasalahan social dan dapat menempatkan diri di organisasi dan masyarakat
- menyadari potensi dalam diri sehingga dapat diarahkan untuk perkembangan dan kemajuan mereka pribadi
5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan ini terlaksana selama 3 hari, pada tanggal 24 s/d 26 April 2009. Bertempat di Rumah Retret Sarikan, Kecamatan Toho, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
6. Narasumber
- A. Alexander Mering, Direksi Tribune Institute dan Editor Koran Borneo Tribune
- Stefanny, Mahasiswi Bonn University Jerman
- Frater Ferry, persekolahan STT Pastor Bonus
- Margaretha Herna Trisnadede,A.Md , Mediator Adolescent Peace Building Kalimantan Barat
7. Strategi dan Metodologi Kegiatan
- Simulasi:
belajar sambil bermain yakni aktivitas yang mampu meningkatkan interaksi lewat media visual dan praktek lapangan
- Dialog :
pengembangan wawasan tentang berbagai masalah social yang berkembang saat ini serta pemahaman kepemimpinan dari segi karakter
- Pengembangan Kepribadian:
Melatih menggali potensi, bakat dan keterampilan serta kekuatan dalam diri
- Litani dan Jalan Salib:
Melatih kontrol diri
8. Peserta
Sesuai pendataan dan penetuan seleksi, peserta yang ikut dalam Latihan Kepemimpinan ini berjumlah 13 orang dan terdiri dari utusan beberapa kring yang masuk dalam wilayah Paroki Stella Maris Siantan. Para peserta yang mengikuti kegiatan ini berusia 13 tahun ke atas.
9. Panitia
Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan Latihan Kepemimpinan, telah di tunjuk orang yang mengorganisir kegiatan, diantaranya:
I. Panitia persiapan
Ketua : Margaretha Herna Trisnadede,A.Md
Sekretaris : Gregorius Andre
Bendahara : Vinsensia Juliawati Frayos
II. Tim Khusus
(Pengamat, perancang kegiatan dan pengambil keputusan berdasarkan pertimbangan teknis dan kondisi sesuai kebutuhan dan keberadaan kegiatan)
Ketua : F. Armindo
Anggota : 1. Christian Rio Sango
2. Gregorius Andre
3. Margaretha Herna Trisnadede,A.Md
III. Tim Sekretariat
(Mengurus hal teknis saat kegiatan berlangsung berdasarkan tanggung jawab dan kerja tim)
Ketua : Budi
Sekretaris : 1. Juano Pontira Apriliandi
2. Feriana
Acara : 1. Agatha Rita
2. Plasida Lestari
Perlengkapan : 1. Gilbertus Rakngaramuyatn
2. Noviadi Valentinus
3. Bonar
4. Karmelius Nonong
5. Ignasius
Keamanan : 1. Albertus Harkel
2. Faderic Angga
3. O’onk
Konsumsi : Chelsea
Time Keeper dan Pendataan: Amandus
10. Organisasi Pelaksana
Organisasi ini tahun 1978 dinamakan MUDIKA (Muda Mudi Katholik). Kemudian tahun 1998 diprakarsai oleh beberapa seksi kepemudaan dan keuskupan, Organisasi yang telah menggelar berbagai aktivitas membina kemampuan berfikir, bertindak dan berperan dalam keberagaman, nama organisasi ini mulai diganti dengan menjadi KOMKA (Komunitas Orang Muda Katholik). Dan kembali nama organisasi ini diganti sejak memasuki tahun yubilium atau tahun 2000, KOMKA berganti lagi menjadi OMK (Orang Muda Katholik) hingga sekarang.
VALENTINE SABTU, 14 FEBRUARI 2009
Kegiatan valentine kali ini dibuka dengan misa syukur valentine bertepatan dengan malam minggu dimulai jam 18.00 pada tanggal 14 februari 2009 yang dibawakan langsung oleh Pastor Giovany,MSC selaku pastor paroki dan pembina harian Orang Muda Katholik Paroki Stellamaris. Misa valentine kali ini mengangkat tema "MEMBAGI KASIH DALAM UNGKAPAN NYATA" setelah itu dilanjutkan dengan pembagian sovenir berupa kata-kata indah versi valentine yang disebar kepada seluruh umat pada malam itu.
Dan setelah itu, para orang muda dikumpulkan dihalaman yang telah disediakan bangku (menghadap ke panggung) tapi sebelumnya mereka harus registrasi terlebih dahulu karena di kegiatan valentine kali ini juga diadakan doorprize dan tukar kado untuk seluruh peserta yang mendaftar. Acara valentine yang disajikan berupa renungan valentine,accoustic nite,berbagai games, doorprize dan tukar kado. Seluruh kegiatan disajikan satu persatu dalam menggalang kebersamaan dan bertujuan supaya memberikan makna positif bagi kaum muda untuk berperan aktif dalam zona paroki. Secara penguasa pemukiman gawe valentine sabtu malam yang bertempat di pelataran parkiran halaman gereja paroki stellamaris siantan ini berlangsung amat menggugah. Ikuti terus ya info Orang Muda Katholik.
IBADAT KELILING OMK
BAZAAR 6-7 DESEMBER 2008
.jpg)
Bazaar natal yang di adakan di halaman paroki stellamaris siantan yang diselenggarakan selama dua hari yakni hari sabtu dan minggu, tepatnya tanggal 6 desenber 2008 dan 7 desember 2008 berlangsung dengan sangat meriah. Di meriahkan oleh kehadiran berbagai stand, mulai dari stand dari stand makanan serta minuman kesehatan, stand-stand elektronik, stand meubel, stand kendaraan bermotor dan jet matic, serta stand-stand permainan yang senantiasa memanjakan para pengunjung yang berkunjung disana. .jpg)
Salah satunya stand yang paling sering dikunjungi adalah stand yang terletak di dekat parkiran kendaraan bermotor milik pengunjung setempat. Nama stand tersebut adalah STELLA CAFÉ. Salah satu stand yang menjual beraneka jenis makanan dan minuman cepat saji dan tidak mengeyampingkan rasa dan kualitas masakan, steril dan aman dikonsumsi. .jpg)
Ini merupakan sebagian dari acara tahunan Paroki Stellamaris yang di gelar tiap tahunnya demi menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Tidak lupa pula untuk para orang yang tidak mampu, di bagikan beberapa sembako atau paket yang sudah disediakan oleh panitia bazaar. Rayakanlah Natal dan Tahun Baru dengan suka cita penuh syukur dan berbagi buat sesama.
HARI ORANG MUDA KATHOLIK 3
Setelah di gelar di dua tempat, yaitu Tirta Ria pada peringatan Hari Orang Muda Katholik pertama dan di Sarikan Toho, Kabupaten Landak pada Hari Orang Muda Katholik kedua, Maka kegiatan yang berlangsung setiap bulan Oktober ini kembali di gelar di Kabupaten Kubu Raya, tepatnya di kawasan Rumah Retret Constantine, Ambawang. Kegiatan kali ini di ikuti seluruh Orang Muda Katholik yang berdomisili di Dekanat Kota Pontianak dengan melibatkan 11 paroki. Acara yang di gelar selama satu pekan (enam hari) ini berlangsung dengan sukses. Konteks yang di usung kali ini adalah sistem kemah ala orang muda.Eksistensi orang muda dibuktikan dengan keterlibatan mereka di setiap sesi dan dialog. Kegiatan tersebut antara lain: Misa Pembukaan, Lomba Mazmur, Lomba Band Rohani, pentas seni, Majalah Dinding dengan konteks bersahabat dengan lingkungan, Out Bound, Napak Tilas Salib, Doa Malam Bersama, dan di tutup dengan Misa Puncak di Hari Terakhir.
BAKSOS
Baksos kali ini dilaksanakan saat Hari Ulang Tahun OMK Stellamaris Siantan yang jatuh pada tanggal 9 agustus 2008. Ketua pelaksana untuk kegiatan kali ini adalah Firmindus Armindo, salah satu mantan ketua dalam kepengurusan untuk periode 2005-2007. Kegiatan kali ini diselenggarakan berdasarkan program Seksi Sosial OMK, kegiatan ini berlangsung satu hari dan bertempat di panti asuhan Supadio, kabupaten Kubu Raya. Para OMK Stellamaris Siantan melakukan kegiatan ini untuk peringatan Hari Ulang Tahun OMK yang masuk pada bulan Agustus.
Tidak hanya membagi-bagikan sembako pada orang-orang miskin disekitar kawasan tersebut, tetapi juga mengunjungi panti jompo. Kami membaur diantara mereka dan mencoba merasakan apa yang mereka keluhkan selama ini. Kami seperti keluarga besar yang baru menyempatkan diri untuk bertemu setelah sekian lama, walaupun sebenarnya kami baru saja mengenal diri masing-masing. Tetapi hal tersebut kami tepis jauh sebelum kami berniat untuk mengunjungi mereka disana. Mereka sangat ramah ketika kami mengadakan tanya jawab. Seakan-akan kerinduan mereka untuk bercengkarama muncul dengan sendirinya.
Kami melihat kerut wajah bening itu memunculkan niat untuk menjalin keakraban dengan kami, para Orang Muda Katholik. Disisi lain pula, mereka merasa dikucilkan para keluarga yang menganggap diri mereka sudah tidak sanggup untuk mengerjakan pekerjaan mereka sendiri. Kami berbagi cerita bersama. Kami berusaha menghibur mereka. Walaupun mereka sudah renta, mereka juga pasti pernah muda seperti kita.
Saat hari sudah hampir sore, kami pamit kepada mereka yang ada disitu, terlebih pada suster yang sudah bersedia menyempatkan diri untuk menjadi pemandu kami. Kami mengabadikan diri kami sebelum meninggalkan Panti Jompo di Supadio. Kami berharap, walaupun kami nanti akan tinggal terpisah satu dengan yang lain, kami wajib untuk mengingat kegiatan ini. Kegiatan yang dapat menyatukan hati setiap OMK, bukan hanya di Paroki Stellamaris Siantan saja, tetapi juga di seluruh kawasan Indonesia. Amin. SEDIKITNYA PEMINAT WEEKEND
Kegiatan ini bukan bersifat liburan ataupun hiburan semata, tapi merupakan pembangunan karakter para OMK dengan cara Dialog OMK dengan metode pembahasan tentang "Kesadaran OMK akan hal Tanggung Jawab" dan "Pertanyaan mengapa makin sedikit OMK yang mau melibatkan diri dalam kegiatan yang bersifat membangun?". Ada kalanya OMK dihadapkan dengan persoalan sulit seperti ini, tetapi ada kalanya juga OMK harus menyeimbangkan kewajiban OMK dengan andil besar dalam tugas dalam lingkungan paroki itu sendiri. Dialog yang dimotori langsung oleh Ketua Panitia Kegiatan yaitu Gregorius Andre menjadikan OMK mengenal Identitas mereka sebagai suatu bagian dari tanggung jawab menggereja. Dialog merupakan salah satu bagian dari salah satu proses komunikasi yang memberikan hal positif dalam mencari titik terang suatu permasalahan bersama para OMK. Dialog adalah suatu cara bagaimana menyatukan hati dan pikiran secara bersamaan sehingga mencapai suatu kesepakatan akan apa yang disimpulkan. Dialog akhirnya selesai pada jam 22.30 wib. Dan dengan kebijakan panitia pelaksana sekaligus merangkap seksi keamanan, para peserta diwajibkan untuk beristirahat di penginapan agar tidak ada satupun yang berkeliaran atau ngembun di aula pertemuan. Hal tersebut dimaksudkan menjaga supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.PEMBINAAN PENGURUS
Kegiatan ini di mulai dengan Doa bersama di Aula yang telah di sediakan pengelola penginapan dan dilanjutkan dengan dialog bersama sebagai suatu acara pembukaan sharing OMK. Di dialog tersebut, para peserta di ajak untuk mendalami arti OMK itu sendiri. Bukan hanya dalam sudut pandang Orang Muda Katholik saja, tapi juga untuk semua kalangan baik Depan Pastoral Paroki, Wanita Katholik, Anak-Anak Bina Iman (Sekolah Minggu), Para anggota Putra Putri Altar (Misdinar) sampai pada Lingkungan di Luar Paroki itu sendiri. Dialog kami ini begitu menggugah ketertarikan kami akan bagaimana menyikapi sejauh mana keterlibatan kami akan nasib kaum muda yang berada di wilayah Paroki Stellamaris Siantan. Kami mengadakan acara temu pendapat seperti kegiatan kali ini dengan harapan dapat membantu kami menyikapi segala persoalan yang ada di sekitar kami saat ini.Ketua : Andy BF
Sekretaris : Andri
Bendahara : Vincent
Dokumentasi : Epenk, Angga
Perlengkapan: Gilbert, Novi
Pendataan : Amandus
Kontribusi Peserta : Rp10.000/orang
.jpg)