Hari Valentine Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya katholik didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep macam ini diciptakan.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The "Greeting Card Association"(Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan. Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.
Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya.
Sejarah Hari Valentine
Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.
Hari Raya Gereja
Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
1. seorang pastur di Roma
2. seorang uskup Interamna (modern Terni)
3. seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki paroki tertentu.
Valentinius
Guru ilmu gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan"..."
Era abad pertengahan
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 February adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris Pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (“Percakapan Burung-Burung”) For this was sent on Seynt Valentyne's day (“Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”) When every foul cometh there to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)
Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasanagan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu". Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Hari Valentine pada era modern
Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828–1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)
Tradisi Hari Valentine di negara-negara non-Barat
Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.
Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" ( Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.
Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasiun TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.
PERAYAAN VALENTINE
TAHUN BARU VS SEPEDA
Kejadian ini berawal dari acara menyambut tahun baru yang diadakan di halaman paroki stellamaris siantan. setelah jam 01.18 subuh, kami bermaksud ingin bersilaturahmi ke rumah mantan ketua OMK St.Aloysius Gonzaga kami, bang Budi. Tapi mendadak terhenti karena dua orang teman kami yaitu angga dan afra tidak sengaja menyenggol pengendara sepeda yang tidak-tiba saja muncul di sampingnya.
Atas dasar rasa kepedulian kami, kami beramai-ramai mengantar pulang korban ke rumahnya yang terletak di Jl.Selat Panjang, Siantan. tapi kami lebih tidak menyangka setelah sampai di depan gang rumah korban, para tetangga mulai berdatangan dan mulai bikin gosip tidak sedap. Tidak hanya itu, mereka mulai bersitegang, padahal kami sudah berusaha menjelaskan kejadian tersebut. Mereka mulai menambah massa, memanggil preman setempat dan orang-orang pilihan untuk menekan keberadaan kami. Posisi kami jelas makin terpojok.
Akhirnya pihak kami menggunakan cara aman, menelpon pihak berwajib. Kami takut kejadian ini merembet ke persoalan lain.
Tak lama kemudian polisi datang, baik si korban dan angga dan afra yang dikumpulkan dan mulai di interogasi kejadiannya. Pihak kami hanya bisa berjaga-jaga takut terjadi yang tidak kami inginkan, tapi dari kejauhan saja karena tidak izin kan mendekat. Akhirnya ditemukan jalan damai, bahwa pihak kami akan membayar kerugian sebesar 100 ribu rupiah kepada sang korban serta mengantarkan mereka berobat ke tukang urut. Setelah menempuh jaln damai tersebut, kami berkumpul di rumah Epenk, salah satu OMK kami yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian untuk bermusyawarah sejenak. Setelah itu kami beramai-ramai menuju ke rumah Heru untuk melanjutkan acara bakar-bakar ikan lele.
IBADAT KELILING OMK
BAZAAR 6-7 DESEMBER 2008
.jpg)
Bazaar natal yang di adakan di halaman paroki stellamaris siantan yang diselenggarakan selama dua hari yakni hari sabtu dan minggu, tepatnya tanggal 6 desenber 2008 dan 7 desember 2008 berlangsung dengan sangat meriah. Di meriahkan oleh kehadiran berbagai stand, mulai dari stand dari stand makanan serta minuman kesehatan, stand-stand elektronik, stand meubel, stand kendaraan bermotor dan jet matic, serta stand-stand permainan yang senantiasa memanjakan para pengunjung yang berkunjung disana. .jpg)
Salah satunya stand yang paling sering dikunjungi adalah stand yang terletak di dekat parkiran kendaraan bermotor milik pengunjung setempat. Nama stand tersebut adalah STELLA CAFÉ. Salah satu stand yang menjual beraneka jenis makanan dan minuman cepat saji dan tidak mengeyampingkan rasa dan kualitas masakan, steril dan aman dikonsumsi. .jpg)
Ini merupakan sebagian dari acara tahunan Paroki Stellamaris yang di gelar tiap tahunnya demi menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Tidak lupa pula untuk para orang yang tidak mampu, di bagikan beberapa sembako atau paket yang sudah disediakan oleh panitia bazaar. Rayakanlah Natal dan Tahun Baru dengan suka cita penuh syukur dan berbagi buat sesama.
LEGENDA SANTA CLAUSE
Penulis artikel: John W. Cowart"Ayah, bangun! Seseorang memanjat terali jendela kita!" Sang ayah yang kuatir terjaga. Terhuyung-huyung, masih setengah sadar, menghampiri kamar tidur putrinya dan memandang ke luar. Seseorang sedang memanjat terali dengan diam-diam.
"Apa-apaan ini? Sepertinya tidak cukup kesusahan yang kuhadapi," kata sang ayah. "Akan kutangkap banjingan itu." Diambilnya sebatang kayu api yang besar panjang di sisi perapian dan merayap ke luar.
Ayah yang dalam kesusahan ini tidak dapat tidur semalaman. Ketika ia berbaring, pikirannya tetap berputar dari satu problem ke problem lainnya. Tiga orang anak perempuan yang sudah layak menikah dan tidak ada mas kawin yang dapat disediakannya walau hanya untuk satu calon menantu saja. Kemiskinan telah menguras kekuatannya. Ia telah memutuskan untuk menjual gadis-gadisnya ke tempat pelacuran lokal -- tampaknya itu jalan keluar satu-satunya. Namun ia tidak tentram dengan keputusan itu, dan tidur mengajaknya lari dari persoalan itu. Sekarang ada lagi.
Ketika ia membuka pintu, didengarnya suara berdebuk. Pengacau itu melemparkan sesuatu ke dalam kamar putri-putrinya dan sekarang menuruni terali.
Ayah yang marah ini mengejar pengacau itu. Sekejab mereka terjatuh, terengah-engah, berhadapan dengan dinding batu. Sang ayah juga kehabisan napas untuk mengangkat gadanya, melihat pengacau itu ternyata seorang pemuda yang kehabisan napas.
Putri yang tertua lari menghampiri. "Lihat ayah!" ia menjelaskan, "lihat apa yang dilemparkannya ke jendela kita." Tangannya memegang sebuah tas kulit penuh dengan uang emas.
"Apa arti semua ini?" tuntut sang ayah.
Tawanannya menjelaskan bahwa ia seorang Kristen dan orang tuanya baru saja meninggal dengan mewariskan kekayaan yang besar. "Tuhan mengatakan," pemuda ini menjelaskan, "bahwa kita harus menjual harta kita dan memberikannya kepada orang miskin, kemudian mengikutNya. Saya ingin mengikut Yesus, maka ketika saya mengetahui kesulitanmu dan rencanamu ... apa yang dapat saya perbuat? Jika seseorang memiliki segala harta dunia ini dan melihat saudaranya membutuhkan, kemudian mengeraskan hati terhadap saudaranya itu dan tidak memberikannya, bagaimana kasih Allah bisa tinggal dalam orang ini?"
Ayah yang bingung, tetap mencurigai adanya suatu permainan, bertanya, "Mengapa engkau menyelinap ke rumah kami pada malam hari? Apa maumu? Siapa namamu?"
"Nama saya Nicholas. Saya datang secara sembunyi karena Yesus memerintahkan ketika engkau memberi kepada orang miskin dengan tangan kananmu, tangan kirimu tidak perlu tahu. Simpan pemberianmu sebagai rahasia. Simpanlah uang itu, tetapi saya mohon sesuatu sebagai imbalannya. Jangan beritahu siapapun mengenai hal ini. Jaga rahasia ini." Ayah itu berjanji dan untuk bertahun-tahun tidak menceritakan bagaimana ia mendapatkan mas kawin untuk gadis-gadisnya.
Cerita ini, dikisahkan oleh Metaphrastes dalam tahun 912 M, menunjukkan satu alasan mengapa St. Nicholas, seorang yang benar-benar ada dalam sejarah, yang menjadi dasar dari legenda mengenai Santa Claus, adalah seorang yang paling terkenal di seluruh dunia.
KUNJUNGAN ST. NICK
Nicholas dilahirkan pada abad ketiga di Patras. Sebuah kota di Asia Kecil. Orang tuanya yang kaya raya adalah orang-orang Kristen yang saleh. Setelah mereka meninggal, ia menggunakan warisannya untuk menolong orang miskin dan memasuki Biara Sion Kudus, dekat kota Myra untuk mendapatkan pendidikan.
Alkisah ketika menjadi dewasa, Nicholas membuat perjalanan perubahan hidup ke Tanah Suci. Di Betlehem ia melihat tempat kelahiran Kristus. Ia berdiri di Bukit Zaitun di mana Kristus mengajar. Dan ia berdoa di kubur kosong, tempat kebangkitan Kristus. Perjalanan ini meneguhkan pikirannya mengenai yang telah dipelajari dalam Alkitab -- bahwa Kristus sesungguhnya Allah beserta kita. Keyakinan teguh ini membentuk karir masa depannya.
Ketika ia berlayar pulang, kapalnya memasuki kancah badai. Nicholas menolong para kelasi mengikat layar dan menguasai kayuh. Kelasi-kelasi itu mempercayakan perjuangan mereka di tangan Nicholas; dan ia menyerahkan keselamatannya kepada Allah. Ia bernasar untuk pergi ke gereja mengucap syukur setibanya kapal itu di daratan.
Ketika Nicholas melangsungkan perjalanannya, bishop di Myra meninggal dunia. Pemimpin gereja berdebat tentang penggantinya. Setelah melalui perdebatan panjang, seseorang menyarankan, "Kita tunggu keputusan Allah; orang yang pertama datang melalui pintu gereja besok pagi akan menjadi bishop yang baru."
Kapal Nicholas terdampar menjelang fajar. Secepatnya ia pergi untuk mengucap syukur karena dibebaskan dari badai. Para pemimpin gereja menyambutnya di pintu gerbang dengan topi dan tongkat jabatan bishop. Maka ia menjadi bishop termuda di dalam sejarah.
KONFLIK DENGAN PEMERINTAH
Tidak lama setelah itu, Bishop Nicholas menghadapi konflik dengan otoritas pemerintah. Suatu bencana kelaparan melanda Myra. Hasil panen layu dan kering di ladang. Tidak ada makanan di manapun juga. Jemaat mencari Nicholas untuk melepaskan mereka dari kelaparan. Eustathios, gubernur propinsi, menyita beberapa muatan kapal berisi gandum di pelabuhan Andriaki. Pejabat yang korup merencanakan untuk menahan gandum itu sampai tawaran tertinggi atas gandum itu tercapai. Nicholas meyingkapkan timbunan gandum itu dan mempermalukannya sehingga melepaskan kapal-kapal itu.
Hubungan Nicholas dengan Eustathios lebih buruk lagi ketika ia mempelajari proposal hukuman mati dari tiga tawanan politik. Nicholas mendesak untuk kebebasan ketiga orang yang tidak bersalah itu. "Terlambat!" seru Eustathios, "mereka sedang menjalani pemancungan sekarang." Nicholas berlari ke alun-alun di mana hukuman mati itu dilaksanakan. Tawanan pertama sudah siap dihukum mati dengan lehernya di tempat pemancung dan kepala di atas keranjang. Pelaksana mengayunkan tangan. Nicholas merebut pedang yang sedang terayun turun dari tangan algojo. Ia memotong ikatan tangan para tawanan dan membebaskan mereka. Masyarakat menyatakan jaminan keselamatan selanjutnya bagi orang-orang ini. Gubernur mundur -- untuk sementara waktu.
PENGANIYAAN YANG TERUS MENERUS
Pada 23 Februari 303 M, kaisar Diocletian mengeluarkan satu peraturan yang menjadi awal penganiayaan yang paling sistematis dan panjang atas gereja Kristen yang pernah terjadi.
Penganiayaan Diocletian ditandai dengan serangan pertama yang terorganisir atas Alkitab. Karena keputusan ini menuntut bahwa orang Kristen harus menyerahkan kitab suci mereka untuk dibakar. Menolak berarti mati. Seorang yang setia (seperti Felix, bishop Thibiuca, yang mengatakan kepada prajurit yang menangkapnya, "Lebih baik aku dibakar daripada Alkitab.") berdalih untuk berbagai alasan, seperti menggantinya sebagai kitab tatabahasa, kitab mengenai pengobatan, koleksi khotbah dan buku-buku agama lain, untuk melindungi Alkitab.
Eusebius, seorang saksi mata mengatakan, "Kata-kata tidak dapat menjelaskan penderitaan mengenaskan yang ditanggung oleh para martir ... mereka dicabik dari kepala sampai kaki dengan pecahan beling seperti cakar, sampai mati melepaskan mereka. Wanita-wanita diikat sebelah kakinya dan dipacang tinggi ke udara dengan kepala di bawah, tubuh mereka telanjang tanpa secarik pakaian pun ... aku berada di tempat itu dan melihat sendiri mereka dihukum mati ... pesta gila- gilaan itu berlangsung lama, pisau pembunuh itu menjadi muntul dan rusak sendiri. Pelaksana hukuman mati itu sendiri kehabisan nafas dan bergantian melaksanakan tugas.
Secara relatif orang Kristen mempunyai kesempatan untuk mendramatisir iman mereka dengan menyitir kata-kata terakhir di hadapan penonton di arena. Hampir semua ketakutan, kuatir, merasa tidak pasti, tersembunyi, tertawan dan menderita, berlangsung dari tahun ke tahun. Anak-anak Kristen bertumbuh dengan tidak mengenal kondisi lain dalam hidupnya.
Bishop Nicholas mengambil bagian dalam hal ini. Ia tertangkap di awal penganiayaan dan ditawan. Mereka memukulinya. Mereka mencap kulitnya. Mereka menggunakan tang-tang besi untuk menjepit berbagai bagian tubuh mereka. Kemudian dibiarkan sendiri di selnya sampai cukup kuat untuk mulai disiksa lagi. Penganiayaan berlangsung bertahun-tahun. Tetapi Nicholas tidak menyangkal bahwa Yesus adalah Allah dari segala allah.
Bidat yang berbahaya
Kaisar kafir telah meninggal. Konstantin naik takhta dan menghentikan penganiayaan. Nicholas bertahan menghadapi penderitaan, tetapi sekarang ia diperhadapkan dengan bahaya ... yang lebih besar, yang merusak Kekristenan secara perlahan-lahan.
Arius, pengkhotbah terkenal dari Alexandria, mulai mengajarkan bahwa Kristus lebih rendah dari Allah. Ia mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah menjadi manusia, tetapi sebagai roh ciptaan yang menjadi pengantara yang didagingkan -- bukan Allah tetapi juga bukan manusia saja.
Arius menyebarluaskan idenya dengan memasukkan dalam musik peminum yang terkenal di kalangan penyembah berhala. Melodinya begitu menarik sehingga sebentar saja semua orang bersiul mengikutinya di jalan dan pasar. "Situasi menjadi skandal," komentar Eusebius, "sehingga dalam gedung kesenian orang yang tidak percaya, pengajaran yang seharusnya dihormati mengenai Allah diekspos sehingga sangat aneh dan memalukan.
Orang percaya yang setia berjuang melawan penganiayaan, seperti Nicholas, berkhotbah dan menjelaskan kepada orang-orang mengenai Yesus, menunjukkan ayat Alkitab seperti Kolose 2:9: "Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan keAllahan."; Yohanes 14:9: "Yesus berkata: "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."; Yohanes 1:1,14: "Pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita ... "; Ibrani 1:3: "Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah."
Semua ini tidak berguna. Arianisme menarik pikiran yang dirasionalisasikan bahwa kalau mereka tidak dapat mengerti Tritunggal, maka tidak ada Tritunggal.
KONSILI KONTROVERSIAL
Konstantin membentuk sebuah konsili dari pemimpin-pemimpin gereja di Nicean untuk mendiskusikan pengajaran Arius dan hal-hal lain yang memecahbelahkan gereja.
Mereka yang menghadiri konsili Nicean telah berjuang atas penganiayaan Diocletian. Sebagian dari mereka cacat kehilangan lengan. Sebagian lagi lumpuh (Tawanan dibuat cacat agar tidak dapat melarikan diri). Banyak yang datang dengan rongga mata kosong karena mata mereka dicukil.
Legenda mencatat bahwa dalam kesempatan tampil dalam konsili Arius mulai menyanyikan salah satu dari lagu-lagunya yang terkenal. Beberapa bishop langsung keluar dari tempat pertemuan. Yang lainnya menutup telinga. Nicholaus berjalan perlahan-lahan ke tengah, tempat Arius bernyanyi dan meninju mulutnya.
Bishop yang kaget bersimpati kepada Nicholaus, tetapi tidak dapat menyetujui tindakannya. Biar bagaimanapun, Kristus, yang dipertahankan Nicholaus, mengajarkan pengikut-pengikutNya untuk mengasihi musuh- musuh mereka dan menjadi umat yang damai. Mereka menurunkan Nicholaus dari jabatan bishop (kemudian jabatan ini dikembalikan kepadanya) dan mengusir Arius. Sebelum konsili berakhir, mereka menuliskan Pengakuan Iman Nicean yang menyatakan apa yang harus dipercaya orang Kristen mengenai Yesus.
Nicholaus menghabiskan sisa hidupnya di Myra untuk memperhatikan yang sakit, merawat yatim piatu, melindungi orang miskin dari pemeras- pemeras dan mempertahankan hak-hak legal orang Yahudi. Ia sering bermain dengan anak-anak dan memalukan martabat kesementaraannya dengan mengijinkan anak-anak berandal jalanan dengan mengijinkan mereka memakai topi bishop. Ia meninggal tahun 343 M dan dijadikan orang suci.
Kemurahan hati dan kasihnya kepada anak-anak terus berkembang sehingga tidak hilang dalam legenda St. Nick -- Santa Claus.
Artikel ini diterjemahkan dari majalah HIS edisi Desember 1989.
.jpg)