JUARA 1 FESTIVAL BAND DAN JUARA 1 MAZMUR

Kegiatan Hari Orang Muda Katholik ke empat (di singkat HOMK 4) kali ini diadakan di Desa Korek Jl. Trans Kalimantan, Kecamatan Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan ini di ikuti oleh Orang Muda Katholik se Pontianak kota dengan sepuluh Paroki yang ada di kota Pontianak. Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang menarik perhatian Orang Muda untuk bisa mengenal dan membaur dalam kebersamaan.

Kegiatan ini di gelar dari tanggal 19 sampai dengan 22 September 2009 dan merupakan program dari Seksi Kepemudaan Dekanat Kota Pontianak yakni Pastor Lukas Ahon yang juga selaku Pastor Paroki St. Fidelis Sungai Ambawang.

Kegiatan ini mengusung tema "UNITE" atau kebersamaan. Ketika datang di tempat kegiatan, para peserta yang mengikuti tidak lagi berkumpul bersama kontingen parokinya sendiri, tetapi seluruh paroki tersebut di baur dalam sepuluh kelompok agar mereka lebih mengenal pribadi masing-masing dan menghargai orang-orang yang baru mereka kenal.

Sesi yang dibawakan berupa dinamika kelompok, outbound, adorasi dan sesi motivasi lainnya.

Kegiatan yang di perlombakan yakni Festival band rohani, Lomba Mazmur dan Lomba Baca Kitab Suci dan diperlombakan untuk tiap paroki yang memiliki utusan di tiap kontingennya. OMK Stellamaris menyabet gelar Juara 1 Festival Band Rohani dan Juara 1 Lomba Mazmur.

Terima kasih buat para donatur dan umat paroki yang sudah mendukung terlaksananya kegiatan Hari Orang Muda Katholik yang ke empat ini, semoga menjadi berkat bagi kita semua.

MALAM EKSEKUSI PASTOR GIVAN

Di awali dengan latihan koor jam 8 malam, seperti biasanya sedikit molor dari waktu yang ditentukan. Frater Diakon Markus sebagai pendamping harian sekaligus pelatih koor kami dalam waktu yang bersamaan di undang sebagai pengkotbah di ibadat PDKK (Persekutuan Doa Kharismatik Katholik) di Gedung Serbaguna Paroki, tak jauh dari gereja tempat kami latihan koor. Tidak banyak OMK yang hadir di latihan koor malam itu, hanya iwan, tungaw, ignas, angga, teo, tari, dede, krist, krowax, genbo, jumi, nolita, nonong, adi, amandus, BF, bonar, dan amang. Yang datang setelah koor selesai ada andre, epenk, armindo, har, dan pita.

Koor di sudahi jam 20.14 ketika frater mengajak kami berkumpul di sekretariat OMK membahas acara "Eksekusi Pastor Givan" karena beliau berulang tahun tanggal 29 agustus. Hanya beberapa orang yang merayakan peristiwa eksekusi jam 12 malam sebab ada lima orang dari kami yang tidak bisa bertunggu di paroki hingga larut dikarenakan tidak diizinkan pulang larut oleh orang tua mereka di rumah.


Dengan mengumpulkan dana seadanya, kami mempersiapkan eksekusi tersebut tanpa melakukan hal-hal yang mencurigakan disekitar lingkungan paroki. Kami isi kegiatan menunggu malam eksekusi dengan nonton bersama film "UNBORN" di sekretariat OMK hingga jam 23.50 wib.

Dan dengan intruksi Frater Markus lewat ponsel, kami utus terlebih dahulu empat orang OMK kami untuk menyergap dan menggotong pastor givan yang kelihatan sibuk menerima telepon. Pastor givan tidak sempat bertindak karena sergapan kami, beliau hanya pasrah ketika kami lucuti kacamata, dompet dan HP barang berharga tersebut tidak ikut serta dieksekusikan. Ekspresinya ketika itu lumayan kaget.

Puft... tepung, telur, dan air dua ember mengguyur tubuhnya bersamaan. Dia hanya menerima perlakuan itu dengan pasrah sambil memegang kepala dengan posisi berlutut iba. Setelah itu kami menyanyikan baginya lagu "Selamat Ulang Tahun" di sertai meriahnya kembang api di udara, pastor givan lalu mengucapkan make a wish kemudian meniup lilin ulang tahun. Usianya kini 30 tahun.

Kami kira setelah itu acara eksekusi berakhir, rupanya belum selesai. Frater Markus yang terlebih dahulu memulai acara simbur simburan dengan air di ember dan beliau pula yang terlebih dahulu yang kami ceburkan di kolam paroki. Setelah itu, pastor givan dan frater markus menyeret dengan paksa dede ketua OMK untuk diceburkan. Lumayan meronta tapi tetap dengan sukses mendarat ke kolam paroki untuk merasakan dinginnya air jam 12 malam.

Tidak sah jika semua tidak merasakan basah dan dingin. Secara bergantian kami seret dengan paksa para OMK yang belum basah dan secara bergantian pula mereka diceburkan satu persatu.

Ada pula yang bersikeras menyelamatkan diri agar tidak diceburkan, ada yang memanjat
pohon, bersembunyi di timbunan pasir, masuk di pastoran pura-pura nonton TV, hingga ada pula yang melarikan diri ke jalan raya. Tapi tetap saja judulnya malam itu "Diceburkan semua".

Layaknya adegan berburu, dari yang berlari kecil hingga estafet ada disini, hampir semua takut tercebur di kolam yang dingin. Saat adegan lari-lari, beberapa warga setempat yang melintas kaget dan bertanya "Nangkap maling ke bang?" tapi dengan santai kami menjawab hanya perayaan ulang tahun saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hasilnya, setelah seluruh OMK dapat giliran diceburkan di kolam, kami pulang dengan pakaian basah di badan dan menggigil. Satu orang dari kami dengan pasrahnya berkata "Dibukakan pintu ndak ya, kalo pulang larut malam kayak gini?"

PEMBINAAN PENGURUS II

Pembinaan pengurus ini diselenggarakan tanggal 14 s/d 16 agustus 2009 di Wisma Imakulata Jalan A.R.Hakim, di angkat dengan tema OMK YANG UNGGUL DAN KOMPETITIF DI ABAD INFORMASI". Peserta yang ikut dalam kegiatan ini merupakan pengurus inti dan anggota yang aktif dalam kepengurusan baik di paroki maupun luar paroki selama berjalannya program.

Sesi yang di sampaikan pada Pembinaan Pengurus kali ini antara lain managemen organisasi oleh bang Budi, Komunikasi Organisasi oleh bang Ariston, Motivasi Organisasi oleh Pak Flor Surya Dharma, Menyikapi Kendala Kerja OMK oleh Pak Abeh selaku Dewan Pastoral Paroki serta Evaluasi Program oleh Dede selaku Ketua OMK St.Aloysius Gonzaga. Materi yang disampaikan berupa diskusi kelompok, permainan motivasi dan sharing seputar organisasi. kegiatan tersebut diharapkan supaya para peserta di kegiatan pembinaan pengurus mempunyai rasa kepemilikan yang tinggi akan organisasi OMK dan kegiatannya. Terlihat para peserta sangat antusias dalam melontarkan ide segar dan menikmati kegiatan tersebut.

Out bound di gelar pada hari kedua, tujuannya untuk menjalin komunikasi efektif para pengurus lewat mini games, membina kerjasama tiap kelompok, membangun kepercayaan tim, dan bagaimana cara berguna bagi orang di sekitarnya artinya harus bersosialisasi dan tangkas dalam membaca situasi. Ada lima titik out bound yang dipersiapkan yang terletak di halaman belakang rumah retret imakulata, yakni menggambar di punggung beregu, gegana pingpong, ambil lima batu, ranjau rapia, menara air. Malam hari setiap selesai sesi dan setelah olahraga pagi, kita semua melaksanakan renungan yang dibawakan oleh bang Ferry dan frater Markus.

Program yang di evaluasi antara lain:

  • Valentine
  • Latihan Kemepimpinan
  • Ziarah Gua Maria
  • HUT OMK ke-31

    dan program yang akan terlaksana yakni:
  • Ibadat Keliling
  • Koor Rutin OMK
  • Baksos
  • Majalah Dinding
  • Share Green
  • Pekan Pemuda Paroki
  • Menjaga Kendaraan Umat Paroki sewaktu Misa

    Panitia persiapan:

    • Ketua: Eugenius Jan Surya Rama
    • Wakil: Ignasius David
    • Sekretaris: Plasida Lestari
    • Bendahara: Fedrik Angga
    • Humas : Albertus Harkel
    • Acara : Gregorius Andri Agusta, Amandus Yonatan
    • Pendataan : Juano Pontira Apriliandi, Tifani Dayang Tarigas
    • Perlengkapan: Falentinus Noviadi, Bonar Ricardo, Andreas Sitohang, Haryogo Pratomo
    • Konsumsi: Feriana
    • Dokumentasi:Karmelius Nonong Fernandes
    • Keamanan:Albertus Harkel

      TAGLINE: We Are Part Of Solution

      "Kami tidak hanya menjaga OMK tetap ada, tapi kami juga bertanggung jawab terhadap setiap gerakan positif yang terjalin di organisasi ini"

KEGIATAN HUT OMK KE-31 DENGAN 31 PESERTA

Dimulai dengan keberangkatan kami dari gereja Paroki Stellamaris Siantan jam 14.30 pada hari Sabtu, 27 Juni 2009, dan sampai di tempat kegiatan jam 17.00 wib. Kegiatan ini kami hadirkan sebagai HUT OMK ST. Aloysius Gonzaga Paroki Stellamaris Siantan yang ke-31. Kami yang berangkat berjumlah 31 orang,sesuai dengan tanggal Ulang tahun kami.

ketika sampai di tempat kegiatan, dede selaku ketua panitia sekaligus ketua OMK memberikan 5 menit pengarahan tentang tata tertib dan kegiatan yang akan dirancang hingga besok siang. 31 orang tersebut di bagi tiga kelompok piket. Tugas kelompok pertama memasak nasi dan sayur untuk makan malam. Tugas kelompok kedua cari kayu bakar. Tugas kelompok ketiga membersihkan penginapan.

Kami makan malam jam 19.30, hanya setengah jam melepas kenyang, kami langsung pelatihan mengenal diri sendiri dan orang di sekitar kami dengan bantuan metode simbol dan gambar yang disediakan untuk memudahkan pelatihan. kegiatan tersebut mendapat antusias peserta dan membuka paradigma orang muda bahwa pengembangan diri dengan cara belajar bersama itu penting dilakukan. Kegiatan tersebut kami akhiri dengan doa malam.

Setelah itu pukul 21.30, dengan pengarahan fasilitasi, kami langsung bersama-sama menuju pantai untuk malam keakraban dengan api unggun menghadap pantai. Andre, yang juga merupakan seksi acara saat itu membawa kami tenggelam dengan lagu- lagu dan permainan perkenalan, salah satunya permainan mengenal teman dengan sendal. Kemudian kami secara bergantian mengucapkan harapan besar kami tentang organisasi OMK, make a wish lah kata orang barat.

Setelah itu kebiasaan orang kalo Ulang Tahun harus tiup lilin. Nah, kami buat agak sedikit unik disini. Lilin kami ganti dengan bara api. Jadi kami dirikan satu kayu yang setengahnya masih ada api, tapi dibawahnya masih utuh. Kami secara bergantian meniup bara tersebut. Ada gelak tawa yang sengaja tercipta disana, kebersamaan dan keakraban kami makin terasa. Malam keakraban di jalin hingga pukul 01.30 wib. Setelah itu kami beristirahat, tapi masih ada beberapa orang muda yang masih berjaga.

Kami sebelumnya sepakat akan bangun jam 06.00 untuk berolahraga pagi. tapi ternyata banyak yang bangun kesiangan. Jadi inisiatif kami, hanya beberapa orang saja yang berolahraga di pantai, sisanya membereskan penginapan dan tugas piket untuk mempersiapkan sarapan pagi.

Menu kami minggu pagi mie goreng, tapi baru bisa sarapan bersama jam 08.30 wib karena banyak yang belum bangun tidur karena berjaga semalaman. Setelah makan, kami menuju pantai untuk kegiatan outbound.

Rute outbound di setting dalam jarak pendek. Pos pertama gigit kartu, post kedua jalan ngesot beregu, post ketiga isi botol dalam air, post keempat jalan balon dan post kelima melewati jaring laba-laba.


Semua peserta pelatihan outbound tersebut terlihat sangat antusias dan energik, mereka menikmati kegiatan tersebut.


Jam 15.00 wib kami pulang ke Pontianak dengan iringan doa pulang oleh salah satu peserta yang ulang tahun pada hari itu juga, paulina sitohang.

PROFICIAT 100 TAHUN GEREJA KATEDRAL PONTIANAK BERSAMA DUTA VATIKAN

Duta vatikan bersama rombongan kemarin berkunjung ke gereja Katedral Pontianak sekaligus merayakan bersama ulang tahun gereja katedral yang ke-100 dan memimpin misa dan jamuan makan. Sebagai penyambutan rombongan Duta Vatikan, diadakan misa jam 5 sore di gereja katedral tanggal 17 mei 2009 kemarin, seluruh umat paroki yang berada di kota pontianak terlihat memadati bangku-bangku yang disediakan oleh panitia persiapan. Walaupun misa berdesak-desakan, tetapi tetap kusyuk dan teratur.

Misa di awali dengan tari-tarian oleh sanggar Terabai. Dengan busana adat dayak, empat orang penari mengiring uskup, para imam dan Duta vatikan memasuki altar. Setelah itu, anak-anak dari SD Bruder menari dengan busana tionghoa menghantarkan petugas ke altar.