BAKTI SOSIAL KE DARIT

Jam 07.30 kami beranjak dari Paroki Stella Maris Siantan menuju paroki Darit. Peserta bakti sosial seluruhnya berjumlah 36 ditambah dengan pendampingan Frater Diakon Markus Reponata,MSC selaku pendamping harian Orang Muda Katholik Paroki Stella Maris. Di perjalanan, bendera kebangsaan OMK jatuh dari Mobil Angkutan Dalmas ketika kendaraan kami melewati komplek 643 Anjungan, Kecamatan Melancar, Kabupaten Landak.

Hujan deras menyertai perjalanan kami, lumayan heboh memang karena baru kali ini kami melaksanakan bakti sosial di luar kota pontianak. Tahun sebelumnya kami laksanakan bakti sosial hanya di panti jompo, panti asuhan, lingkungan gereja paroki dan rumah-rumah kumuh. Bakti sosial merupakan salah satu program kerja kepengurusan OMK Stella Maris masa bakti 2008-2010.

Karena banyak dari peserta kegiatan daya tahan tubuhnya tidak kuat untuk mengadakan perjalanan jauh, mereka mengalami jackpot. Dalam bahasa pergaulan kami, Jackpot berarti muntah atau mabuk saat perjalanan menuju tempat kegiatan. Ada pula yang pingsan. Di tengah perjalanan, Mobil Angkutan Dalmas Mogok, beberapa orang yang sempat bertahan memutuskan untuk membantu mendorong Mobil Angkutan sampai akhirnya berjalan mulus hingga pemberhentian.

Di Paroki darit kami di sambut dengan tari-tarian dayak dan pemotongan pembatas buluh. Kegiatan bakti sosial ini penuh warna dengan kolaborasi kesenian dan band saat pagelaran malam kesenian setelah bakti sosial di lingkungan sekitar gereja paroki selesai. Dua paroki di lebur jadi satu tanpa pengelompokan, ceria dalam kebersamaan dan rasa persaudaraan.





Setelah kegiatan bakti sosial, sebelum beranjak pulang, kami di ajak untuk temu pendapat dengan wakil bupati Landak, Bapak Sukiman. Beliau mendukung kegiatan positif orang muda di daerahnya bahkan hal tersebut baginya dapat menjadi proses tumbuh kembang remaja yang dapat berdayaguna di Kabupaten Landak. Karena kebaikan hati beliau, satu bis Pangkalan Banyuke yang menjadi sumbangan tumpangan gratis menghantar kepulangan kami menuju Kota Pontianak.

Catatan singkat:
Bang kili (ketua OMK Paroki Darit) & Dede (Ketua OMK Paroki Stella Maris) "Untuk kegiatan ke depan, kita akan melaksanakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Gabungan agar jalinan silaturahmi tetap ada antar dua paroki kita"

PEMBERITAHUAN DARI PANITIA KUNJUNGAN FRA ELIA PAROKI KATEDRAL PONTIANAK

Frater elia mengunjungi pontianak berkisar tanggal 9-12 november 2009. Efektif hanya 2 kali misa tanggal 10 dan 11 november, sore hari. kepastian jadwal misa akan kita berikan kalau sudah ada keputusan tetap dari panitia misa, menurut Mark Fison selaku salah satu panitia penggagas kunjungan Frater Elia ke Pontianak.



Tambahnya pula bahwa warta baik ini akan di informasikan kepada seluruh Paroki di wilayah keuskupan pontianak.

JUARA 1 FESTIVAL BAND DAN JUARA 1 MAZMUR

Kegiatan Hari Orang Muda Katholik ke empat (di singkat HOMK 4) kali ini diadakan di Desa Korek Jl. Trans Kalimantan, Kecamatan Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan ini di ikuti oleh Orang Muda Katholik se Pontianak kota dengan sepuluh Paroki yang ada di kota Pontianak. Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang menarik perhatian Orang Muda untuk bisa mengenal dan membaur dalam kebersamaan.

Kegiatan ini di gelar dari tanggal 19 sampai dengan 22 September 2009 dan merupakan program dari Seksi Kepemudaan Dekanat Kota Pontianak yakni Pastor Lukas Ahon yang juga selaku Pastor Paroki St. Fidelis Sungai Ambawang.

Kegiatan ini mengusung tema "UNITE" atau kebersamaan. Ketika datang di tempat kegiatan, para peserta yang mengikuti tidak lagi berkumpul bersama kontingen parokinya sendiri, tetapi seluruh paroki tersebut di baur dalam sepuluh kelompok agar mereka lebih mengenal pribadi masing-masing dan menghargai orang-orang yang baru mereka kenal.

Sesi yang dibawakan berupa dinamika kelompok, outbound, adorasi dan sesi motivasi lainnya.

Kegiatan yang di perlombakan yakni Festival band rohani, Lomba Mazmur dan Lomba Baca Kitab Suci dan diperlombakan untuk tiap paroki yang memiliki utusan di tiap kontingennya. OMK Stellamaris menyabet gelar Juara 1 Festival Band Rohani dan Juara 1 Lomba Mazmur.

Terima kasih buat para donatur dan umat paroki yang sudah mendukung terlaksananya kegiatan Hari Orang Muda Katholik yang ke empat ini, semoga menjadi berkat bagi kita semua.

MALAM EKSEKUSI PASTOR GIVAN

Di awali dengan latihan koor jam 8 malam, seperti biasanya sedikit molor dari waktu yang ditentukan. Frater Diakon Markus sebagai pendamping harian sekaligus pelatih koor kami dalam waktu yang bersamaan di undang sebagai pengkotbah di ibadat PDKK (Persekutuan Doa Kharismatik Katholik) di Gedung Serbaguna Paroki, tak jauh dari gereja tempat kami latihan koor. Tidak banyak OMK yang hadir di latihan koor malam itu, hanya iwan, tungaw, ignas, angga, teo, tari, dede, krist, krowax, genbo, jumi, nolita, nonong, adi, amandus, BF, bonar, dan amang. Yang datang setelah koor selesai ada andre, epenk, armindo, har, dan pita.

Koor di sudahi jam 20.14 ketika frater mengajak kami berkumpul di sekretariat OMK membahas acara "Eksekusi Pastor Givan" karena beliau berulang tahun tanggal 29 agustus. Hanya beberapa orang yang merayakan peristiwa eksekusi jam 12 malam sebab ada lima orang dari kami yang tidak bisa bertunggu di paroki hingga larut dikarenakan tidak diizinkan pulang larut oleh orang tua mereka di rumah.


Dengan mengumpulkan dana seadanya, kami mempersiapkan eksekusi tersebut tanpa melakukan hal-hal yang mencurigakan disekitar lingkungan paroki. Kami isi kegiatan menunggu malam eksekusi dengan nonton bersama film "UNBORN" di sekretariat OMK hingga jam 23.50 wib.

Dan dengan intruksi Frater Markus lewat ponsel, kami utus terlebih dahulu empat orang OMK kami untuk menyergap dan menggotong pastor givan yang kelihatan sibuk menerima telepon. Pastor givan tidak sempat bertindak karena sergapan kami, beliau hanya pasrah ketika kami lucuti kacamata, dompet dan HP barang berharga tersebut tidak ikut serta dieksekusikan. Ekspresinya ketika itu lumayan kaget.

Puft... tepung, telur, dan air dua ember mengguyur tubuhnya bersamaan. Dia hanya menerima perlakuan itu dengan pasrah sambil memegang kepala dengan posisi berlutut iba. Setelah itu kami menyanyikan baginya lagu "Selamat Ulang Tahun" di sertai meriahnya kembang api di udara, pastor givan lalu mengucapkan make a wish kemudian meniup lilin ulang tahun. Usianya kini 30 tahun.

Kami kira setelah itu acara eksekusi berakhir, rupanya belum selesai. Frater Markus yang terlebih dahulu memulai acara simbur simburan dengan air di ember dan beliau pula yang terlebih dahulu yang kami ceburkan di kolam paroki. Setelah itu, pastor givan dan frater markus menyeret dengan paksa dede ketua OMK untuk diceburkan. Lumayan meronta tapi tetap dengan sukses mendarat ke kolam paroki untuk merasakan dinginnya air jam 12 malam.

Tidak sah jika semua tidak merasakan basah dan dingin. Secara bergantian kami seret dengan paksa para OMK yang belum basah dan secara bergantian pula mereka diceburkan satu persatu.

Ada pula yang bersikeras menyelamatkan diri agar tidak diceburkan, ada yang memanjat
pohon, bersembunyi di timbunan pasir, masuk di pastoran pura-pura nonton TV, hingga ada pula yang melarikan diri ke jalan raya. Tapi tetap saja judulnya malam itu "Diceburkan semua".

Layaknya adegan berburu, dari yang berlari kecil hingga estafet ada disini, hampir semua takut tercebur di kolam yang dingin. Saat adegan lari-lari, beberapa warga setempat yang melintas kaget dan bertanya "Nangkap maling ke bang?" tapi dengan santai kami menjawab hanya perayaan ulang tahun saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hasilnya, setelah seluruh OMK dapat giliran diceburkan di kolam, kami pulang dengan pakaian basah di badan dan menggigil. Satu orang dari kami dengan pasrahnya berkata "Dibukakan pintu ndak ya, kalo pulang larut malam kayak gini?"

PEMBINAAN PENGURUS II

Pembinaan pengurus ini diselenggarakan tanggal 14 s/d 16 agustus 2009 di Wisma Imakulata Jalan A.R.Hakim, di angkat dengan tema OMK YANG UNGGUL DAN KOMPETITIF DI ABAD INFORMASI". Peserta yang ikut dalam kegiatan ini merupakan pengurus inti dan anggota yang aktif dalam kepengurusan baik di paroki maupun luar paroki selama berjalannya program.

Sesi yang di sampaikan pada Pembinaan Pengurus kali ini antara lain managemen organisasi oleh bang Budi, Komunikasi Organisasi oleh bang Ariston, Motivasi Organisasi oleh Pak Flor Surya Dharma, Menyikapi Kendala Kerja OMK oleh Pak Abeh selaku Dewan Pastoral Paroki serta Evaluasi Program oleh Dede selaku Ketua OMK St.Aloysius Gonzaga. Materi yang disampaikan berupa diskusi kelompok, permainan motivasi dan sharing seputar organisasi. kegiatan tersebut diharapkan supaya para peserta di kegiatan pembinaan pengurus mempunyai rasa kepemilikan yang tinggi akan organisasi OMK dan kegiatannya. Terlihat para peserta sangat antusias dalam melontarkan ide segar dan menikmati kegiatan tersebut.

Out bound di gelar pada hari kedua, tujuannya untuk menjalin komunikasi efektif para pengurus lewat mini games, membina kerjasama tiap kelompok, membangun kepercayaan tim, dan bagaimana cara berguna bagi orang di sekitarnya artinya harus bersosialisasi dan tangkas dalam membaca situasi. Ada lima titik out bound yang dipersiapkan yang terletak di halaman belakang rumah retret imakulata, yakni menggambar di punggung beregu, gegana pingpong, ambil lima batu, ranjau rapia, menara air. Malam hari setiap selesai sesi dan setelah olahraga pagi, kita semua melaksanakan renungan yang dibawakan oleh bang Ferry dan frater Markus.

Program yang di evaluasi antara lain:

  • Valentine
  • Latihan Kemepimpinan
  • Ziarah Gua Maria
  • HUT OMK ke-31

    dan program yang akan terlaksana yakni:
  • Ibadat Keliling
  • Koor Rutin OMK
  • Baksos
  • Majalah Dinding
  • Share Green
  • Pekan Pemuda Paroki
  • Menjaga Kendaraan Umat Paroki sewaktu Misa

    Panitia persiapan:

    • Ketua: Eugenius Jan Surya Rama
    • Wakil: Ignasius David
    • Sekretaris: Plasida Lestari
    • Bendahara: Fedrik Angga
    • Humas : Albertus Harkel
    • Acara : Gregorius Andri Agusta, Amandus Yonatan
    • Pendataan : Juano Pontira Apriliandi, Tifani Dayang Tarigas
    • Perlengkapan: Falentinus Noviadi, Bonar Ricardo, Andreas Sitohang, Haryogo Pratomo
    • Konsumsi: Feriana
    • Dokumentasi:Karmelius Nonong Fernandes
    • Keamanan:Albertus Harkel

      TAGLINE: We Are Part Of Solution

      "Kami tidak hanya menjaga OMK tetap ada, tapi kami juga bertanggung jawab terhadap setiap gerakan positif yang terjalin di organisasi ini"